RENDANG DAN PERANTAU MINANG

Orang Minang sangat terkenal dengan masyarakatnya yang suka merantau (meninggalkan kampung halaman untuk menetap disuatu tempat ),keadaan ini dilatar belakangi dengan sistem keadatan matrilinier, bahwa wanita sebagai pewaris dan pria hanya mendapatkan bagian yang kecil dari warisan keluarga, hal ini membuat laki-laki minang mempunyai motivasi yang besar untuk bekerja keras dan sukses karena kerjakerasnya sendiri serta latar belakang adat dan ajaran orang tua bahwa anak laki-laki minang harus pergi merantau dan malu untuk berada di kampung. Setelah Sukses di rantau hasilnya untuk membangun kampung halaman  atau dengan istilah mambangkik Batang tarandam.
Sebelum Pergi merantu biasanya Anak  Laki-laki minang dibekali Ilmu pengetahuan Agama dan kepandaian lainnya, beserta ilmu Bela diri seperti pencak silat,sebagai bekal di negeri orang. Disamping itu Seorang Ibu yang akan melepas sang anak pergi merantau selalu membuatkan makanan yang bisa bertahan lama yaitu randang, Paling tidak selama 10 hari sebagai  persiapan hari-hari pertama sang anak dirantau .

Randang adalah makanan minang yang sangat Populer, bahkan dinobatkan sebagai makanan terenak di dunia, Randang makanan wajib selalu ada di saat orang minang merayakan hari-hari Lebaran dan acara Adat lainnya, makanan lezat ini terbuat dari daging sapi,Air santan Kelapa, Bumbu-bumbu rempah  dan dimasak dengan waktu yang cukup lama,sampai santan yang putih berubah berwarna hitam, gunanya supaya tahan lama dan bisa di bawa berhari-hari untuk perjalanan yang jauh.seiring dengan perkembangannya Randang sudah banyak diganti bahan utamanya daging dengan Ikan Tuna, Ayam,Lokan, Jengkol.tergantung kegemaran.

untuk mendapatkan Randang pada saat sekarang ini sangat mudah, hampir disetiap rumah makan padang tersedia randang, walaupun rasa dan tingkat kenikmatannya berbeda-beda.