5. Apr, 2021

Kembaran Big ben Ada di Sumatera Barat

Jam Gadang Ternyata Kembaran Bin Ben di London, Inggris

Berkunjung ke Sumatera Barat belum lengkap rasanya kalau tidak mengunjungi jam Gadang yang merupakan Iconiknya kota wisata Bukittinggi, jam gadang yang berdiri megah di tengah-tengah pusat keramaian kota Bukittinggi ini mempunyai perjalanan dan sejarah yang panjang.

Diawali penciptaan  oleh Pabrik Mesin Keluaran Jerman Bernama Vothmann relinghausen pada tahun 1892,yang memang hanya di buat 2 Unit, satu untuk Big ben dan satu lagi untuk Jam Gadang.Hal inilah yang membuat mereka kembar, karena setelah itu tidak ada produksi berikutnya.

Kemudian Jam Gadang berlayar ke Sumatera Barat melalui Pelabuhan teluk bayur yang didatangkan langsung dari rotterdam Belanda, Sebagai hadiah dari Ratu Belanda kepada sekretaris Kota Fort de kock atau Bukittinggi sekarang, Atas keberhasilannya memimpin kota Bukittinggi.

Sepanjang Sejarahnya sudah terjadi 3x perubahan bentuk atapnya, lain kepepimpinan lain pula cita rasanya. Pada zaman Hindia Belanda atap berbentuk bulat dengan patung Ayam Jantan menghadap ketimur. Pada Jaman penduduk Jepang atap berubah Bentuk seperti Pagoda, dan setelah Indonesia Merdeka atap berubah menjadi bentuk seperti gonjong rumah Gadang sampai saat ini belum pernah diganti lagi.

 

Namun arsitektur bangunannya merupakan karya Tokoh Minang yg bernama Yazid Rajo Mangkuto sutan gigi Ameh.

 

Hal yang unik dari Jam Gadang ini adalah Material Bangunannya terbuat dari Kapur putih, putih Telur ,dan pasir Putih. Keunikan yang lain terdapat Pada susunan Angka IV romawi menjadi IIII.

Sekarang dengan wajah baru nya jam gadang dipercantik dengan lampu warna warna yang menari-nari pada malam hari. dan medan nan bapateh disiapkan untuk seniman jalanan yang ingin mengekspresikan diri menampilkan karya-karya terbaiknya