5. Apr, 2021

Sekilas Potret Kota Tua PAdang

Di daerah ini dulunya merupakan central perdagangan dan pusat pemerintahan kota padang, Sekaligus pintu masuknya kapal-kapal asing seperti kapal belanda yang akan berlabuh langsung di dermaga ini. Pada waktu kependudukan Belanda. banyak bangunan-bangunan kuno peninggalan zaman Belanda yang masih berdiri kokoh di tepian Sungai Batang Harau ini, walaupun dalam kondisi yang tidak terawat lagi dan ada beberapa yang sudah dijadikan kanfas coretan-coretan yang mereka sebut dengan karya.

Aset ini sangat berharga apabila daerah dan bangunan-bangunan kuno ini kita rawat kembali, Bagian-bagian yang rusak diperbaiki, Bangunan yang bersejarah dijadikan museum kota tua padang, Wisatawan dapat merasakan dan larut dalam sejarah kota tua yang pernah menjadi pusat dan pintu masukknya perdagangan dunia.

Fantasi saya sebuah gedung Bank dulunya pernah juga disewa sebagai hotel oleh orang jerman dulunya, yang masih terlukis indah dengan nama Hotel Batang Harau, Bisa dijadkan museum kota tua Padang. Hal ini bisa menjadikan satu alasan wisatawan berkunjung ke kota padang. Maraknya study tour dalam permintaan ke luar daerah hal ini mendorong saya ingin menjadikan kota padang menjadi kota pendidikan. Dengan banyakanya potensi yang ada di sungai batang harau dapat di jadikan salah satu kunjungan dengan story perdagangan dan persinggahan masyarakat dunia seperti Belanda, China hingga India.

Namun sekarang bangunan-bangunan kuno di sepanjang sungai batang harau ini sudah beralih fungsi sebagai cafe-cafe dan coffe shop yang Instagramable. Inilah karya anak-anak muda yang masih menempati dan cara mengembangkan serta mempertahankan kota tua sehingga lebih banyak di kenal oleh generasi 4.0

Selaian itu sungai batang harau juga masih digunakan penduduk untuk berlabuhnya para nelayan padang untuk bongkar angkut ikan yanng dihasilkan nelayan dan ada juga beberapa pelabuan kapal pesiar milik pribadi hingga mentawai fash.