3. Jun, 2021

Budaya dan Kepercayaan Suku Mentawai

Hai sahabat travel, Siapa yang sudah kenal dengan suku mentawai?. Mungkin masih banyak yanng belum kenal dengan nama suku ini. Suku mentawai salah satu suku yang hidup di daerah kepulauan mentawai, Sumatera Barat. Mau tau gimana masyarakat mentawai, Jangan lewatkan satu kata un ya sahabat.

Bangsa mentawai yang berasal dari Kabupaten Kepulauan Mentawai,Provinsi Sumatera Barat, Indonesia memiliki kepercayaan asli yaitu Arat Sabuluangan,suku ini terutamanya dipakai oleh orang Sakuddei di pulau Siberut. Secara bahasa, Arat berarti adat Sa berarti sekitar,dan bulungan artinya adalah daun. Sebutan Sabulungan itu lahir karena acara ritualnya selalu menggunakan daun-daun yang dipercaya bisa menjadi perantara hubungan manusia dengan tuhan yang disebut dengan Ulau Manua.

Kepercayaan Arat Sabulungan mengandung dua keyakinan, yaitu keyakinan mengenai adanya hubungan gaib antara berbagai hal yang berbeda. Kemudian keyakinan kedua adalah adanya kekuatan gaib yang memiliki kesaktian namun tidak berkemauan dalam alam sekitar manusia. Walaupun mayoritas agama di mentawai sudah Khatolik dan Protestan, Islam, atau Baha’i , kepercyaan adat Arat Sabulungan masih masih mampu bertahan bersama sebagian penganutnya.

Arat Sabulungan mengajarkan agar adanya keseimbangan antara alam dan manusia. Artinya, manusia sudah semestinya memperlakukan alam dan seisinya seperti tumbuh-tumbuhan, air, dan hewan seperti mereka memperlakukan dirinya sendiri. Ajaran mengenai keseimbangan manusia dan alam terefleksi dari bagaimana alam dimaknai oleh penganutnya. Alam dianggap sebagai tempat bersemayamnya para dewa sehingga harus dihormati. Jika sikap hormat itu tidak ada, maka manusia akan ditimpa malapetaka.

Pada zaman dahulu, Arat Sabulungan menjadi patokan norma untuk mengatur hubungan antara manusia dan alam serta dalam hubungan batin dengan tuhan. Dari sini, kemudian terjalin sikap hormat orang Mentawai terhadap alam. Jika alam dirusak, maka pemiliknya yang memiliki kekuatan sangat besar pun akan mengirim bencana. Pelanggaran terhadap aturan pun akan berakibat hukuman. Hukuman ini ditentukan melalui musyawarah di uma. Jika ada satu orang yang melanggar, maka seluruh anggota masyarakat juga dianggap akan terkena dampaknya.

Nah inilah budaya dan kepercayaan orang-orang suku mentawai. Ada yang penasaran dengan kabupaten kepulauan ini. hayuk cehk di PT. Duta Pesona Wisata