28. Jun, 2021

Kemolekan Budaya Tari Khas Minangkabau " Tari Piriang"

Tari piriang adalah tarian piring yang berasal dari Minangkabau propinsi sumatera barat tepatnya dari kabupaten Solok. Para penari mengayunkan piring di tangan dengan gerakan silat yang tidak melepaskan piring dari tangan.

Tari ini telah ada sejak 800 tahun yang lalu. Pada zaman dahulu tarian ini digunakan untuk sebagai ritual ucapan syukur kepada para dewa atas berkah panen yang berlimpah. Pada zaman dahulu tari piring hanya diadakan oleh orang orang golongan mampu. Untuk mengiringi tari piring digunakan berbagai jenis alat musik seperti rebana, gong salung dan Talempong. Tarian ini diiringi musik panayuhan yang biasanya memaikan lagu thakian.

Pada saat menari akan muncul suara dentingan yang berasal dari cincin dan pering yang menjadi properti. Menari di atas pecahan piring para penari akan melempar piring nya ke lantai hingga pecah kemudian berjalan di atas pecahan piring yang tajam tersebut tanpa terluka.

Para penari menggunakan dua buah piring yang digenggam pada telapak tangan mereka. Sesuai irama musik kemudian piring di ayunkan. Menurut penduduk Sumatra barat gerakan tari piring melambangkan kerja sama ketika warga berada di sawah. Jumlah penari tari piring biasanya ganjil yang terdiri dari tiga sampai tujuh orang.

Para penari menggunakan pakaian bewarna cerah dengan nuansa warna merah dan kuning keemasan. Tari piring menjadi warisan budaya masyarakat Minangkabau yang wajib dilestarikan oleh masyarakat Minang dalam kehidupannya. Diantara banyak tarian Sumatra barat tari piring lah yang berkembang dan berhasil bertahan dalam hitungan abad.