1. Jul, 2021

Filosofi Tari Payung West Sumatera

● Asal Usul Tari Payung

Tari payung merupakan salah satu tarian adat yang berasal dari minangkabau dan tergolong dalam tarian Melayu versi Sumatera Barat dahulu juga pernah menjadi bagian dari pertunjukan “ toonel ” atau sandiwara yang sering ditunjukan dalam acara memperingati hari-hari besar Kerajaan Belanda pada masa penjajahan Belanda di Indonesia.

Tarian ini menggambarkan kasih sayang seorang kekasih yang dilambangkan dengan melindungi dengan payungnya. Tari Payung ini dilakukan berpasang-pasangan karena tarian ini memang merupakan tari pergaulam muda-mudi. Selain menggunakan payung sebagai alat bantu yang dimainkan oleh penari pria, bisa juga ditambah dengan selendang untuk penari wanita.
Tarian ini biasa dibawakan untuk memeriahkan acara pesta, pameran, dan sebagainya. Musik dari tari payung ini cukup variatif, mulai dari agak pelan lalu cepat dan cepat,dan sangat dinamis.


● Musik Pengiring Tari Payung Minangkabau
Lagu pengiringnya berjudul Babendi-bendi ke Sungai Tanang. Dalam lagu ini berkisahkan sepasang suami istri yang sedang berbulan madu dan mandi di kolam bernama Sungai Tanang. Lebih khusus lagi tarian payung ini merupakan simbol perlindungan suami terhadap istri tercintanya.

Jumlah Penari dalam tari payung ini selalu genap dan selalu berpasangan,bisa tiga atau empat pasangan, bukan berarti hatinya terbagi dua atau lebih,namun itu hanya wujud dari kreasi yang dimainkan. Pada hakekatnya mereka hanya satu pasang, tetapi digambarkan dalam bentuk banyak. Hal ini bisa dilihat dari kostum yang dimainkan ,dimana seluruh penari perempuan berpakaian sama,begitu juga drngan penari laki-laki yang semuanya juga sama. Payung yang dimainkan juga sama.

● Iringan Tari Payung
Tari payung diiringi oleh 2 elemen penting, yaitu tetabuhan alat musik tradisional serta sebuah syair khusus. Alat musik yang digunakan sebagai pengiring tarian ini terdiri dari rebana, gendang, akordeon, dan gamelan khas melayu. Masing-masing instrumen tersebut dimainkan sesuai dengan ritme tarian. Sementara lagu atau syair khusus yang dinyanyikan adalah syair berjudul “Babendi-bendi ke Sungai Tanang”.

● Tata Rias Tari Payung
Tata rias dan tata busana penari menjadi tidak penting yang harus diperhatikan dalam sebuah pertunjukan tari payung. Untuk penari wanita, kostum yang digunakan adalah pakaian adat melayu khas Minang terdiri dari baju kurung (kebaya), kain songket sebagai bawahan, dan hiasan kepala berupa mahkota mahkota. Sementara untuk penari pria, kostum yang digunakan adalah baju lengan panjang dan celana panjang satu warna lengkap dengan sarung songket dan kopiah khas melayu.