6. Apr, 2022

Balimau Tradisi Masyarakat Sumatera Barat

 

Sumatera Barat yang terkenal sebagai salah satu provinsi destinasi wisata di Indonesia. Terletak di pesisir barat pulau Sumatera. Tidak hanya itu, Sumatera Barat juga mempunyai keunikan adat istiadat, kesenian tradisional contohnya seperti Tradisi Balimau.

Balimau adalah salah satu tradisi khas Sumatera Barat yaitu mandi yang menggunakan jeruk nipis yang terus berkembang dikalangan masyarakat Minangkabau. Upacara adat yang dilakukan masyarakat setempat untuk menyambut bulan suci ramadhan dan dilaksanakan sehari sebelum datangnya bulan ramadhan, ritual itu dilakukan sebagai ungkapan gembira menyambut datangnya Ramadan. 
 
Tradisi ini sangat terkenal dan tumbuh serta berkembang di daerah-daerah tertentu. Menurut yang beredar di masyarakat, tradisi ini sudah ada dan dilakukan sejak ratusan tahun yang lalu. Sampai sekarang, tradisi ini masih  dilakukan oleh masyarakat Minangkabau, dan juga menjaga eksistensinya.
 
Dari asal - usul Sejarah Mandi Balimau ini, masyarakat Minang dari zaman dahulu melakukan tradisi ini sebagai kegiatan untuk untuk membersihkan diri, sebelum memasuki bulan Puasa. Namun sampai sekarang, seiring perkembangan zaman, momen ini dijadikan untuk masyarakat untuk pergi main-main ke tempat wisata.
 
Alasan mengapa orang Minang di zaman dahulu menggunakan Jeruk karena, karena pada saat itu belum ada sabun mandi. Maka mereka memilih jeruk karena juga berkhasiat mengangkat kotoran dan minyak pada badan oleh karena itu pada zaman dulu orang Minang memakai jeruk untuk membersihkan diri. Tradisi Mandi Taubat ini atau Mandi Balimau juga terdapat di Provinsi Lampung dan Riau.
 
Dalam tradisi balimau seharusnya perempuan tidak perlu mandi di sungai agar tidak bercampur dengan laki - laki, pada zaman sekarang, orang-orang melaksanakan tradisi mandi balimau ini secara berbondong-bondong dan bercampur aduk dalam satu tempat pemandian, bahkan beda jenis kelamin dan ada yang belum muhrim. Namun sesuai dengan perkembangan zaman kebiasaan ini berkembang di masyarakat. Mandi bersama dilakukan di sungai dengan alasan untuk berekreasi sehingga lelaki dan perempuan bercampur untuk mandi balimau ini. Kebiasaan baru inilah yang bertentangan dengan agama Islam, sedangkan pada dasarnya makna tradisi balimau tidak demikian.