19. Apr, 2022

4 Tradisi Unik di Minangkabau Menyambut Hari Raya Idul Fitri

Indonesia adalah negara yang memiliki banyak kepulauan yang mempunyai adat dan tradisi unik yang sangat banyak namun berbeda- beda. Perbedaan inilah yang menjadikan Indonesia adalah negara yang beragam dan memiliki keunikannya sendiri, seperti tradisi di Sumatera Barat.

Sumatera Barat memiliki beberapa keunikan tersendiri pada setiap daerahnya yang diadakan setiap tahunnya, seperti tradisi masyarakat Sumatera Barat untuk merayakan hari raya idul fitri. Tradisi ini memiliki keunikan tersendiri pada setiap daerah di Sumatera Barat.

Ingin mengetahui keunikan dan suasana menjelang hari riaya idul fitri di Sumatera Barat??, yuk langsung aja kita bahas apa saja keunikan yang ada di daerah Sumatera Barat!.

1. Manambang

Manambang merupakan tradisi yang paling digemarioleh anak-anak, manambang merupakan tradisi yang biasa dilakukan anak-anak disaat moment hari raya Idul Fitri tiba. Setelah sholat ied, anak-anak akan ramai berkunjung ke setiap rumah. Dan pihak rumah biasanya memberikan memberikan sejumlah uang THR.

2.Pulang Basamo

Pulangnya para perantau Minang ke kampungnya secara bersama-sama itulah yang disebut Pulang Basamo. Kegiatan ini biasanya dilakukan untuk kerabat atau saudara yang berada di tanah rantau. Sesampainya di kampung halaman, masyarakat menyambut kedatangan para perantau dengan bahagia.

3.Kue VOC

Pada saat Idul Fitri nanti akan banyak hidangan yang tersaji khas dari Padang. Salah satu yang melegenda dan dapat dijumpai sampai sekarang adalah kue VOC. Kue VOC ini telah ada sejak penjajahan belanda dan sangat digemari oleh orang Belanda pada saat itu. Ituah kue ini disebut dengan Kue VOC.

4.Kabau Sirah 

Kabau Sirah merupakan tradisi unik yang dilakukan oleh masyarakat Minang yang berada di Kecamatan Sintoga, atau disebut daerah Kabupaten Padang Pariaman. Tradisi ini masyarakat akan menyembelih kerbau untuk menyambut Idul Fitri. Penyembelihan dilakukan secara berkelompok atau bersama-sama. Setelah itu hasil sembelih kemudian diolah terlebih dahulu menjadi berbagai jenis makanan khas, yang kemudian dibagikan ke masyarakat.