11. Agt, 2022

Tradisi bakaua adat di sijunjung

Sijunjung tidak hanya kaya akan destinasi wisatanya.tetapi sijunjung juga kaya akan tradisi adatnya,salah satunya yaitu tradisi bakaua adat.bakaua adat adalah tradisi untuk menentukan waktu turun kesawah[masa tanam]secara serentak.sekaligus wujud syukur kepada allah SWT. Atas hasil panen yang telah di berikan.

Selain mensyukuri nikmat di sertai berdoa atas rezeki yang telah di berikan,kegiatan bakaua adat juga untuk menjalin silaturahmi dan kekompakan masyarakat tani dalam menggarap pertanian khususnya sawah.

Bakaua adat di hadiri oleh ninik mamak,alim ulama,cadiak pandai,tokoh masyarakat,bundo kanduang,pemuda-pemudi,warga,dan anak-anak.pakaian yang di pakai pada acara ini yaitu untuk laki-laki baju adat warna hitam dengan keris yang di selipkan di pinggangnya,dan untuk bundo kadung memakai baju kurung basibak warna hitam dengan selendang.

Bakaua adat biasanya di gelar pada hari senin setiap sudah musim panen,dan dua hari sebelumnya di adakan acara malamang[ketan dengan santan yang di masak dalam bambu dengan cara di bakar]dan apda malamnya akan di adakan acara pertunjunkan randai dan shalawat dulang.pada hari minggunya akan di adakan acara penyembelihan kerbau dan dagingnya akan di bagikan kepada ninik mamak dan warga.

Pada saat hari senin,beberapa makanan seperti lemang,rendang,gulai cubadak,amping dan makanan lain seperti kue khas minangkabau akan di bawa ke lokasi bakaua adat yaitu “tobek godang”[lapangan besar] yang di letakkan dalam jamba[dulang] yang nantinya akan di makan bersama-sama yang di sebut dengan [makan bajamba],tetapi kaum laki-laki akan makan terlebih dahulu setelah selesai baru di lanjutkan dengan kaum perempuan.acara ini berjalan berinringan menuju tobek godang dengan di iringi dengan music talempong.